Tampilkan postingan dengan label confess. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label confess. Tampilkan semua postingan

Minggu, 15 Desember 2013

I am a pathetically helplessly dramatic romantic bit.
I wept easily to a song, laughter from a child, a pat from a brother, a broken heart-ed best friend tears, a squeeze from a lover when we exchanging the mug, a warm sun after a storm, thank you muttered from a stranger, love birds tangled hands,

And today, I wept to Sting’s Kate & Leopold’s Ost.

"Until"

If I caught the world in a bottle
And everything was still beneath the moon
Without your love would it shine for me?
If I was smart as Aristotle
And understood the rings around the moon
What would it all matter if you loved me?

Here in your arms where the world is impossibly still
With a million dreams to fulfill
And a matter of moments until the dancing ends
Here in your arms when everything seems to be clear
Not a solitary thing would I fear
Except when this moment comes near the dancing's end

If I caught the world in an hourglass
Saddled up the moon so we could ride
Until the stars grew dim, Until...

One day you’ll meet a stranger
And all the noise is silenced in the room
You’ll feel that you're close to some mystery
In the moonlight and everything shatters
You feel as if you’ve known her all your life
The world’s oldest lesson in history

Here in your arms where the world is impossibly still
With a million dreams to fulfill
And a matter of moments until the dancing ends
Here in your arms when everything seems to be clear
Not a solitary thing do I fear
Except when this moment comes near the dancing’s end

Oh, if I caught the world in an hourglass
Saddled up the moon and we would ride
Until the stars grew dim
Until the time that time stands still, Until...


Rabu, 02 Mei 2012

what is forever?

can you describe how long forever is?

GOD, are you forever?

Minggu, 02 Januari 2011

Natal 2010 - Tahun Baru 2011

Yay! Tahun baru! Another journey to come.
Cerita-cerita baru akan terekam di memori otak. Hopefully kebijakan juga kebajikan menyertainya. Amin.
Halah gue ngemeng apa?! hihi.
Gue baru baca di milis, email seorang member tentang tenggang rasa - mengucapkan selamat Natal.
Si teman ini, bercerita kalo kemarin Natal dia pulang ke satu desa kecil di Jawa Tengah, merasa terharu ketika selepas Magrib, tetangga-tetangganya yang notabene Muslim lengkap dengan jilbab, baju koko, pulang dari Masjid, datang ke rumahnya dan mengucapkan "sugeng Riyadi Natal - Selamat hari Natal'. Berbanding terbalik dengan teman-teman kantor yang cuma 'berani" mengucapkan "selamat ya".
Gue nyengir bacanya.
Iya, juga sih ya.
Di Jogja, terutama kampung gue ya, menurut gue sangat toleran. Kalau kita pulang gereja pas Natal atau Paskah, ketemu tetangga, most of them akan otomatis berhenti dan langsung mengucapkan "selamat Natal", "Selamat Paskah".
Nah di Jakarta, gue juga mengalami hal yang sama dengan si teman milis, dimana teman-teman gue yang beda agama, ngucapin selamat Natal, cukup dengan "Selamat hari raya ya"...atau sama "Selamat ya". Gue kalo lagi iseng, suka gue reply "iya,makasih, alhamdulilah, gue masih selamat"...dan dia biasanya nyengir-nyengir ga enak. hihi
Duluuuu banget, waktu gue masih muda *jiaaah*, gue agak ngerasa sebel kalo temen gue ngasih ucapan selamat tanpa mengucapkan hari rayanya apa. Dulu mikirnya, emang apa yang begitu mengerikannya dengan bilang Natal, Paskah? Sempet kebakar, waktu nemu email yang beredar di kalangan teman-teman muslim di kantor soal sah atau tidaknya mengucapkan selamat Natal ke teman-teman Kristiani. Heck. Apa ngucapin selamat Natal akan dihitung dosa?
Then, seiring waktu gue berusaha memahami "alasan" teman-teman gue itu.
Hmm. Mungkin ya. Correct me if I am wrong. Mereka berfikir sejauh sejarah Natal. Kita, sebagai orang kristen merayakan Natal untuk menandai lahirnya Yesus. Tuhan buat gue. Buat teman-teman gue, keyakinan itu ga mereka punya dan bertentangan malah. Nabi Isa AS itu bukan tuhan. Itu Nabi. Sooo...gue bisa memahami, kalau mungkin mereka berfikir secara serius, kalau mereka menyelamati gue di perayaan agama orang Kristen, sama saja mengamini kepercayaan gue. Itu sih GR'nya gue yaa..hihi.
Seiring waktu, belajar ini itu, gue jadi santai-santai saja soal ucapan Natal. Tokh ga ada yang berubah dari makna Natal gue dengan ada atau tidaknya ucapan Natal dari teman-teman gue. Gue akan senang dan menghargai banget kalo kepercayaan gue dianggap, tapi ga akan gue jadiin big deal kalo misalnya mereka ga ngucapin. =)
Hidup terlalu kompleks buat disederhanakan di satu ucapan.
Kalo buat gue pribadi sih, ga ada masalah buat ngucapin selamat hari raya apapun ke teman-teman gue. I am happy for them. I am happy with them. It's not only words. It's from the heart. And I am still a catholic though i said Alhamdulilah, Insya Allah or Assalamualaikum =)
Gracias Muchas, Amigos.. Ti amo.
ps.
- Xmas 2010 & NYE 2011 is one of the best ever in my life. Thank God for that.

Sabtu, 30 Oktober 2010

ade ape

Ade ape? Tiba-tiba saya pengen nikah. Hahaha. Sungguh absurd. Ok, God, if you hear me, I wanna get married now. hahahaha

Rabu, 08 September 2010

Blog for me


Habis jalan-jalan ke Friendster, ngebacain blog lama …nyengir-nyengir sendiri, kangen nulis hal-hal simple lagi. Nulis ga berbeban *emang sekarang berbeban?heheheh*

Blog buat gue udah kaya keranjang sampah plus rekaman kejadian di hidup gue 5 tahun belakangan ini, eh gue ngeblog dari bulan April 2005 lho. Lama ya bok. Di blog friendster tercatat ada 470 post, dari April 2005 – Desember 2008. Tahun berikutnya gue nulis di media lain =). 2009 mulai nulis disini.

Emosi dan mental gue berkembang barengan ama blog, every writing is personal for me. Dengan tulisan, gue inget apa aja yang ada di hidup gue. Gue kesel ama siapa, lagi deket ama siapa, what’s inside my head, gimana cara pandang gue akan satu dan banyak hal.

Setiap gue flashback ke tulisan-tulisan yang lama, gue suka takjub dan malu, menyadari betapa naifnya gue. Atau kaget sendiri kok gue bisa se’wise itu (hoek) haha. Acceptance dari reminiscing itu menarik. Kalo gue balik ke masa gue lagi dapat rejeki atau kesusahan, dua-duanya bikin gue nyengir. See, life is never flat, but I am survived till this day.

Gue baru nyadar lagi, gue cintaaaa nulis – nulis. Walaupun sekedar menye-menye. Hell. The biggest fan of my blog is I. It’s a treasure. hehehe

Minggu, 29 Agustus 2010

Wed Thought


Di berita pernikahan ke-dua sahabat saya dulu, saya menangis. Ga ikhlas. Hahahaha. Geblek. Nangisnya juga ga gero-gero kata orang jawa bilang, bukan yang histeris gimana gitu. Tapi nangis sedih.

Saya menganggap *waktu itu* ke dua sahabat saya itu memutuskan bunuh diri. Maksud saya, mereka begitu muda, mereka melepaskan banyak hal menarik di depan sana. Apalagi mereka katholik, yang tau sendiri, pernikahan adalah keikhlasan mengikat diri sendiri dan haram hukumnya untuk cerai.

Kalimat yang saya ingat waktu sahabat saya, VR nelp, waktu itu kami masih 22 or 23 (!), dia bilang dia mau nikah dan hati saya tiba2 sakit sekali. It was like; she’s telling me that she will be gone real soon. Dia baru lulus S1, belum sempat kerja, dia pintar sekali. Tapi semuanya mau dia lepas demi kawin (!) Saya menanyakan banyak hal, kenapa, apakah dia yakin, apakah…apakah…apakah, terakhir saya mengancam, saya akan nangis di misa pernikahan mereka. Terus, kalo sampai terjadi sesuatu di pernikahannya, saya akan bilang “ see what I told you”. Hahahaha. Tentu saja mereka tetap menikah. And through the troubles on their marriage (dan saya tak sampai hati untuk bilang “see what I told you” waktu dia curhat) …sampai sekarang pun saya juga tetap ga tega buat bilang.hehe.

Sahabat yang ke-2…hhhh. Well. I don’t know. I am happy for her tapi juga agak regretting keputusannya untuk givin up the last semester of her college demi menikah. And now, she seems so content being a mother of 2.

Seiring bertambahnya umur, satu –satu teman – teman saya pada masuk penjara *baca : menikah* . Anehnya teman2 dekat saya belum banyak yang berganti status. Dari single jadi double or triple. Hihihi.

But nampaknya di dua tahun menjelang 30 ini, keadaan agak berbeda. Tahun lalu, 2 sahabat saya yang lebih muda beberapa tahun dari saya juga menikah.
Tahun ini satu teman dekat lain juga akan menikah. Well, I’m happy for them. Though I still don’t understand why, apa sih yang dirasain orang sampai ingin mengikatkan diri satu sama lain?

Ga, saya ga akan sinis. Saya respek dengan institusi perkawinan – justru karena itu saya curious. Sometimes I just don’t get the reasons.

Umur? Haish.
Anak? Egoistic people, kalo nikah cuma buat bikin anak. What? Are you going to make a clan? Masih banyak kok anak yang ga keurus kok di dunia. And do you think you are capable enough to make them happy? To take care of them?
Secure?...Love?...Physical Attraction?...sigh.

Perlu ga sih bikin target? Hidup memang perlu planning. Tapi memaksakan diri untuk masuk ke plan yang dirancang juga ga logis. But then, again, salut saya untuk mereka yang cukup berani mengambil keputusan untuk mengambil segala resiko dengan menikah. Semoga happy =)

ps.
hari ini di milis muda/i Katholik yang saya ikutin, ada seorang anggota milis ngepost email, mengiklankan dirinya cari jodoh, tapi dengan sederet syarat, perempuan itu harus Chinese, Dokter, menerima orang jawa dan siap nikah, yang lain dia tidak penting. hahahaha.
Secetek itu ya? Tapi ada lho yang ngebales, seorang perempuan, 34 th, chinese, S1 Hukum spesialisasi Pengacara. Heran. Saking desperatenya apa ya, sampai lupa, ngebalesnya kan enakkkan kalo japri (jalur pribadi) hehehehe. Well, i hope they will end up happily ever after. *smirk*

Sabtu, 15 Mei 2010

had a weird dream.
trying to getting off but unsuccessful.
weird.

Minggu, 02 Mei 2010

Dear God.

I've been thinking.

I always want to help people. But a lot of things hesitated me.

I always find  excuses to drop the acts.

I am too selfish, egocentric.

---

last night I went to a cafe nearby by my self. Just to eased my so called bored feeling.

I spent almost 2 hours for texting, blogging, reading, adding extra calories and fats in to my overweight body. 

at 11pm, i checked out.

At my way home, i saw a homeless family setting up their bed in road pavements.  Their lil boy (approx 8yrs old) tucked in the middle between mom & dad. The dad covered the boy with a blanket.

God! Thats kinda strikes me so hard.  Look at me, I've been so ungrateful, with all the good things I have.

I still have a descent place to sleep on, clothes to changes, food, entertainment, someone to hug me, family with drama as the bonus. 

But most of the time, i failed to give thanks. I always find a lil unnecessary spot to be complaining of.

God, I wanna be good. I want to be a good person.

Encourage me to shares my heart.


*remind me to be a good daughter for my parents, no matter how ** they are.