Sabtu, 30 April 2011

Perpustakaan Keliling

Ih. Lucu.
Deket rumah ada mobil perpus keliling.
Mangkalnya dimana ya?
Mana warnanya pink. Pengen gue bajak trus liat-liat ada buku yang lagi gue cari ga ya.

Jadi inget jaman gue kecil. Buku itu teman akrab. Setiap hari selalu ada.

Ngantri minjem komik punya temen.
Bela-belain jalan kaki ke Gramedia Kotabaru. Naik bus ke penerbit Kanisius di Gejayan. Nangkring di Sari-Ilmu Malioboro. Duduk berjam-jam di PerpusDa Malioboro. Pusat buku bekas, Shopping - Beringharjo.
Demi buku. Demi dibuai petualangan. Berpergian ke tempat jauh. Merasakan lapar kenyang dan salju.

Waktu SMP, kalo pulang cepet, dibanding ikut ke mall, I'd prefer jalan kaki ke toko buku bekas Senen, sahabatan sama bapak penjaga Perpustakaan Nasional - Balai Pustaka. Sore, menyambangi kios toko buku bekas di Bend.Jago.

Akhirnya menikmati langganan Donald Bebek, Gadis, Hai, Kompas, Tempo, intisari.

Nyisihin duit buat sewa buku dan gue lakukan lagi sekarang. Haha. Senaaang. Lagi ngerem kalap beli buku. Lebih milih nyisihin 100rb jatah sebulan. Bisa buat nyewa sampai 20 buku lebih. Yay.

Buku itu heaven. Teman baik yang ga banyak nuntut. Cuma pengen dirawat dan dibaca. =)

Go education. Belajar dimana saja kapan saja!!
Be smart, be creative.

Sent from Maroon
Powered by The Nerves

#senja dan dusta

Dia kerucutkan bibirnya dan pelan dia tempelkan ke bibirku

Terbaca ragu

'Lakukan dan kita genapkan kegilaan ini ' , kataku.

Senja itu berlumur dusta

#facfict - saturday nite

*korban keracunan kentut bocah 4 tahun, yang bau'nya masif busuknya*
Sent from Maroon
Powered by The Nerves

Minggu, 17 April 2011

#Pernah - Part1

Pernah, kau ingin bisa memintal waktu, menggulung & mengulurnya.
Walau ada saat kau ingin memberi waktu kecepatan cahaya agar cepat berlalu

 

"... Kau disana, Tris? .."

"Iya, aku disini..

Ini saat-saat aku ingin memberi waktu kecepatan cahaya, berlalulah, enyah.
Segera. Menjauh. Time heals? Amen for that. Aku ingin cepat sembuh.

Hela nafas.

"Tris,  kamu ga bisa terus-terusan diam"

"……aku juga tidak bisa terus-terusan menangis"

Hela nafas. Lagi.

" Aku harus pergi. Aku telepon lagi nanti, ya?"

"iya, thanks. "

"Tris, please. Ini sulit buat aku juga"

"…iya, maaf.."

"talk to you later, dear. Be good to your self ….." , 2 detik jeda dan 2 detik dalam satu tarikan nafas , "..sayang kamu, Tris. Selalu"

Hujan dari mana? Awan yang mana? Dari uap laut? Sungai? Got? Airmata?.
Hah. Berapa banyak manusia harus menangis untuk bisa membuat gerimis?

Hujan belum juga reda dari tadi malam. Dari tarikan nafas dua detik.

Trisca menghembuskan nafas di kaca jendela. Uap. Embun. Jarinya membuat putaran-putaran menggambar di kaca. Lama-lama kusut. Seperti kepalanya.

Tik. Tik. Tik. Rintik dari cucuran tingkap teras tak membuat suasana tenang. Ritmik harusnya menenangkan. Yoga membuat tenang dengan ritme hmmm'nya kan?

Trisca melirik jam bulat di atas pintu. Menanti . Tk.tk.tk.tk. tk. Valid.  Jam 7 pagi.
7 Jam sejak tarikan jeda dua detik.

Kemana matahari saat dibutuhkan? Patah hati? Kalah dengan bulan dan memilih bersembunyi di balik awan.

You used to be my sunshine. Now I can't find you anywhere.

Piiiiiiiiiftttttttttttt.
 
***
Ini iseng nulis, ga tau mau gue terusin atau engga. Pengen banget nerusin, at least ada sesuatu yang harusnya bisa gue tuntasin. hehe
hey, Linka. Gimana kemajuan-mu jadi penulis? ayo teruskaaan!

Senin ini,

aku merindukanmu waktu membaca larik demi larik novel yang baru ku pinjam.
manis,
seperti kamu,
seperti.....kita,
 
*melancholia-effects, hal.80 - Perahu Kertas
 

Kamis, 14 April 2011

#np : dying in the sun

Pray for me then.
 
I can't, I never pray. Remember?
 
Then, make a wish or hoping for me.
 
That's what I always do, kiddo
 
*silencio, whatever happened in your heart, stays there
 
*dying in the sun - The Cranberries,
"will you hold on to me , we will never fail "
 
 
 

**factfict-15 April 2011

Saya, perempuan dengan kecenderungan melankolisme dosis berlebih saat membaca sebuah buku, penulisnya yang hebat atau saya yang agak miring?
**
 

Rabu, 06 April 2011

i.usa.

sak wijineng ndino, ono asu loro playon. asu lemu ginuk-ginuk. mantuk-mantuk. "Su, susumu piro?" "Asu'i pitakon mu, ...sing apik nek takon" "lhah, njur kon piye?..aku takon tenan kok, kowe nak wedok tho?" "karepe? ketok'e piye?" "woh, menthel. Seko bentuk-bentukmu yo wedhok" "susuku papat. kowe?" "weih. po yo aku kethok nduwe susu po? mbiyen aku nduwe susu, ning wis tak dol, nggo tuku manuk" "ASU! hahaha..gojek sing apik ndes!" "ho;o kok tenan. aku trimo ra nduwe susu neng nduwe manuk" " soale...?" "nek nduwe susu.......ra penak aku ngomong'e. Soal'e kowe nduwe" "wih..antik. Njuk ngo'po?" "susumu kanggo ra? neng ra kanggo di'dol wae, tukok ne manuk" "gah, wong podo lhe gondal gandil. Nggilani"